About Website


Lahir dari perjalanan seorang manusia yang sedang belajar untuk bernapas lebih lega di tengah riuhnya pikiran. Seseorang yang tumbuh dan besar dengan mengedepankan perasaan dalam setiap keputusan maupun tindakan. Dibentuk erat oleh sosok perempuan tangguh yang membesarkan dan mendidik sepenuhnya dengan kekuatan cinta, empati, dan kelembutan perasaan. Dunia menuntut untuk bertahan lewat kehangatan satu sama lain. Tumbuh tanpa figur ayah membuat terbiasa memproses segalanya lewat kedalaman emosi, merasakan hal-hal kecil dengan begitu intens, dan terkadang tenggelam oleh arus perasaan itu sendiri.

Di titik itulah dibutuhkan filsafat Stoikisme. Ini bukanlah bentuk penolakan terhadap perasaan yang telah membentuk diri, melainkan sebuah pencarian akan wadah yang mampu menjaga emosi tersebut agar tidak meluap hingga merusak diri sendiri. Tidak hadir sebagai seorang ahli atau filsuf yang serba tahu. Seorang pembelajar yang mencoba menjembatani kelembutan perasaan dengan ketenangan logika. Catatan dari proses belajar: bagaimana merangkul takdir, menerima kehilangan, serta belajar membedakan mana hal yang bisa kita kendalikan dan mana yang harus kita ikhlaskan dengan penuh ketenangan.